J

Tips untuk Penutur Jepang

日本語

Penutur bahasa Jepang sering kali merupakan pembelajar yang teliti dan akurat. Perbedaan terbesar dari bahasa Jepang adalah artikel, bentuk jamak, urutan kata, dan kata-kata bahasa Inggris yang diserap ke dalam bahasa Jepang dengan makna yang berubah.

Tantangan Umum

Artikel

Bahasa Jepang tidak memiliki artikel, jadi a/an/the mudah terlupa.

Example: "I bought a book", bukan "I bought book".

Bentuk Jamak

Kata benda bahasa Jepang tidak berubah dalam bentuk jamak.

Example: "Three books", bukan "three book".

R dan L

Bahasa Jepang memiliki satu bunyi di antara R dan L.

Example: Latih: right/light, read/lead, arrive/alive.

Subjek yang Hilang

Bahasa Jepang sering menghilangkan subjek. Bahasa Inggris membutuhkannya.

Example: "I went to Tokyo", bukan "Went to Tokyo".

Bahasa Inggris Katakana

Banyak kata serapan memiliki makna berbeda dalam bahasa Inggris.

Example: "Mansion" berarti rumah yang sangat besar, bukan apartemen. "Consent" dalam bahasa Inggris ala Jepang sebenarnya adalah "socket" atau "outlet".

Vokal Tambahan

Suku kata bahasa Jepang berakhir dengan vokal, sehingga pembelajar sering menambahkan vokal pada kata bahasa Inggris.

Example: "Street", bukan "sutorīto". "Desk", bukan "desuku".

Area Fokus Tata Bahasa

Artikel

Gunakan "a" untuk kata benda tunggal yang dapat dihitung dan belum spesifik. Gunakan "the" jika kedua pihak tahu benda yang dimaksud.

Klausa Relatif

Dalam bahasa Inggris, klausa diletakkan setelah kata benda: "the book which I bought", kebalikan dari bahasa Jepang.

Dapat Dihitung dan Tidak Dapat Dihitung

Beberapa kata benda tidak dapat dihitung dalam bahasa Inggris: information, advice, furniture, baggage.

Urutan Kata

Bahasa Inggris berpola Subjek-Kata Kerja-Objek: "I eat sushi", bukan "I sushi eat".

Present Perfect

Bahasa Jepang tidak memiliki padanan langsungnya. Gunakan untuk pengalaman ("I have been to Kyoto") dan tindakan yang berlanjut sampai sekarang.

Jawaban Yes dan No

Jawab pertanyaan negatif berdasarkan faktanya: "Don't you like coffee?" "No, I don't" (jika Anda memang tidak suka).

Saran Kosakata

  • Periksa setiap kata katakana sebelum memakainya dalam bahasa Inggris: mansion, smart, claim, dan consent sering bermakna lain
  • Pelajari kolokasi, karena terjemahan langsung sering tidak berhasil
  • Pelajari tekanan kata (word stress) untuk setiap kata baru
  • Pelajari phrasal verb, yang sangat umum dalam bahasa Inggris lisan
  • Baca dan dengarkan bahasa Inggris yang alami setiap hari
  • Gunakan kamus pelajar Inggris-Inggris untuk melihat contoh kalimat

Strategi Ujian

  • Dalam tulisan, pastikan setiap kalimat memiliki subjek
  • Periksa artikel dan bentuk jamak saat membaca ulang di akhir
  • Saat berbicara, berikan jawaban yang lebih panjang. Jawaban yang pendek dan terlalu merendah bisa mengurangi nilai
  • Saat berbicara, latih R/L dan hindari menambahkan vokal setelah konsonan akhir
  • Gunakan konjungsi untuk menghubungkan ide dengan jelas
  • Jangan menunggu sampai benar-benar akurat sebelum berbicara. Kelancaran juga dinilai

頑張ってください!(Ganbatte kudasai!) Perhatian pada detail dan kebiasaan belajar Anda akan membantu Anda mencapai hasil yang sangat baik.

Situs kami juga tersedia dalam 日本語! Berlatih dengan ujian dan instruksi dalam bahasa ibu Anda.

Kunjungi situs Jepang

Siap untuk Berlatih?

Terapkan tips ini dengan tes latihan Cambridge dan IELTS gratis kami.

English Exam Tips for Jepang Speakers

Penutur bahasa Jepang sering kali merupakan pembelajar yang teliti dan akurat. Perbedaan terbesar dari bahasa Jepang adalah artikel, bentuk jamak, urutan kata, dan kata-kata bahasa Inggris yang diserap ke dalam bahasa Jepang dengan makna yang berubah.

Common Challenges for Jepang Speakers

  • Artikel: Bahasa Jepang tidak memiliki artikel, jadi a/an/the mudah terlupa. Example: "I bought a book", bukan "I bought book".
  • Bentuk Jamak: Kata benda bahasa Jepang tidak berubah dalam bentuk jamak. Example: "Three books", bukan "three book".
  • R dan L: Bahasa Jepang memiliki satu bunyi di antara R dan L. Example: Latih: right/light, read/lead, arrive/alive.
  • Subjek yang Hilang: Bahasa Jepang sering menghilangkan subjek. Bahasa Inggris membutuhkannya. Example: "I went to Tokyo", bukan "Went to Tokyo".
  • Bahasa Inggris Katakana: Banyak kata serapan memiliki makna berbeda dalam bahasa Inggris. Example: "Mansion" berarti rumah yang sangat besar, bukan apartemen. "Consent" dalam bahasa Inggris ala Jepang sebenarnya adalah "socket" atau "outlet".
  • Vokal Tambahan: Suku kata bahasa Jepang berakhir dengan vokal, sehingga pembelajar sering menambahkan vokal pada kata bahasa Inggris. Example: "Street", bukan "sutorīto". "Desk", bukan "desuku".

Grammar Tips for Jepang Speakers

  • Artikel: Gunakan "a" untuk kata benda tunggal yang dapat dihitung dan belum spesifik. Gunakan "the" jika kedua pihak tahu benda yang dimaksud.
  • Klausa Relatif: Dalam bahasa Inggris, klausa diletakkan setelah kata benda: "the book which I bought", kebalikan dari bahasa Jepang.
  • Dapat Dihitung dan Tidak Dapat Dihitung: Beberapa kata benda tidak dapat dihitung dalam bahasa Inggris: information, advice, furniture, baggage.
  • Urutan Kata: Bahasa Inggris berpola Subjek-Kata Kerja-Objek: "I eat sushi", bukan "I sushi eat".
  • Present Perfect: Bahasa Jepang tidak memiliki padanan langsungnya. Gunakan untuk pengalaman ("I have been to Kyoto") dan tindakan yang berlanjut sampai sekarang.
  • Jawaban Yes dan No: Jawab pertanyaan negatif berdasarkan faktanya: "Don't you like coffee?" "No, I don't" (jika Anda memang tidak suka).

Vocabulary Advice

  • Periksa setiap kata katakana sebelum memakainya dalam bahasa Inggris: mansion, smart, claim, dan consent sering bermakna lain
  • Pelajari kolokasi, karena terjemahan langsung sering tidak berhasil
  • Pelajari tekanan kata (word stress) untuk setiap kata baru
  • Pelajari phrasal verb, yang sangat umum dalam bahasa Inggris lisan
  • Baca dan dengarkan bahasa Inggris yang alami setiap hari
  • Gunakan kamus pelajar Inggris-Inggris untuk melihat contoh kalimat

Exam Strategies

  • Dalam tulisan, pastikan setiap kalimat memiliki subjek
  • Periksa artikel dan bentuk jamak saat membaca ulang di akhir
  • Saat berbicara, berikan jawaban yang lebih panjang. Jawaban yang pendek dan terlalu merendah bisa mengurangi nilai
  • Saat berbicara, latih R/L dan hindari menambahkan vokal setelah konsonan akhir
  • Gunakan konjungsi untuk menghubungkan ide dengan jelas
  • Jangan menunggu sampai benar-benar akurat sebelum berbicara. Kelancaran juga dinilai

頑張ってください!(Ganbatte kudasai!) Perhatian pada detail dan kebiasaan belajar Anda akan membantu Anda mencapai hasil yang sangat baik.